Haruskah durian berubah jadi jeruk?

Durian memiliki struktur kulit buah yang berduri

Unik dan berbeda dari buah-buah kebanyakan

Tidak jarang orang-orang yang bersinggungan dengannya tertusuk durinya.

Entah orang itu cuma ingin sekedar menyentuh, ataupun membelah untuk dapat menikmati buahnya

Namun adakah kita menganggap durinya sebagai suatu kekurangan

Adakah kita menganggap bahwa kulit yang berduri tsb perlu diubah adanya, terlebih-lebih perlu dihilangkan, yang mungkin pemikiran ini muncul karena kita pernah tertusuk durinya

Atau malah kita menganggap “duri” tsb adalah sebagai sifat yang melekat pada durian yang memberinya warna dan kekhasan tersendiri dibanding buah-buah lain.

Haruskah sang buah durian memaksakan dirinya menjadi sebuah jeruk yang berkulit mulus hanya untuk memuaskan preferensi segelintir orang?

Atau mungkin demikianlah adanya preferensi orang banyak?

Atau jangan-jangan analogi ini absurd dan hanya cara pembenaran si durian akan kekurangannya?

‹ back